Langsung ke konten utama

Aesthetic Barang Retro Tidak Pernah Mati: Melawan Era Layar Datar

Buat anak 90-an atau 2000-an, mungkin masih banyak yang memakai beberapa barang yang bisa dikatakan "Vintage/Retro" di zaman sekarang. Gadget yang dulu biasa kita pakai, seperti konsol game, TV CRT, komputer jadul, HP jadul, dll., membawa nuansa nostalgia ketika melihatnya. Visual yang dihadirkan oleh gadget-gadget tersebut seperti memiliki ciri khas dan identitas masing-masing, yang seakan sekarang sudah hilang pada gadget-gadget keluaran terbaru, yang justru terasa lebih monoton.

Visual yang dimaksud adalah seperti contohnya TV CRT yang memiliki warna sedikit glitch dan blur, resolusi 4:3 dengan kedip-kedip layarnya dan suara lo-fi yang sangat khas. Jika kita melihatnya kembali di zaman sekarang, akan melahirkan nuansa adem dan seperti kembali ke masa lalu. Banyak orang yang ingin membangkitkan visual semacam ini di era sekarang karena efek nostalgianya yang sangat enjoyable. Dalam dunia desain, hal ini sering disebut dengan aesthetic/estetik/estetika.

Aesthetic memiliki banyak sekali jenis. Namun, yang ingin aku bahas di sini adalah Digicam Aesthetic— yakni hasil foto nostalgia yang berasal dari kamera digital saku (point-and-shoot) awal tahun 2000-an.


Digicam aesthetic yang memberikan efek nostalgia dengan format gambar 4:3 dengan saturasi warna sepia dengan efek grainy (sc: Pinterest)

Entah sejak kapan aku mulai suka dengan estetika seperti ini. Yang jelas, development-ku juga sudah lama terjadi sejak aku masih kecil. Aku tumbuh dengan TV CRT yang super gede, kamera digital saku, Nokia jadul, konsol NES, dan Windows XP. Dari sinilah terlahir aesthetic favoritku, yakni Digicam aesthetic. Selain itu, aku juga sangat suka visual dengan sound 8-bit style, pengaruh dari game NES yang aku mainkan.

Visual seperti ini sebenarnya bisa dihasilkan oleh HP modern (tidak harus pakai perangkat/kamera jadul) melalui edit gambar/aplikasi filter yang bertebaran di App Store/Play Store. Namun, hasil yang dihasilkan menurutku tidak otentik. Otentik di sini bukan hanya dari visual, tapi dari rasa puas ketika sedang memotret/merekam footage-nya (hanya opini pribadi).

Untuk memenuhi egoku untuk mendapatkan gambar dengan visual seperti itu, ditambah aku yang sedikit tergila-gila dengan model HP flip jadul (oh iya, bagian ini belum aku ceritakan detailnya), sehingga aku puter otak untuk mencari info terkait gadget apa yang paling cocok untuk hal tersebut, yang akhirnya ketemu gadget yang bisa memenuhi dua egoku tersebut, yaitu HP flip model jadul— Samsung Galaxy Folder.

Memiliki HP ini seperti menjadi MC anime-anime tahun 2010-an (karena biasanya mereka memiliki keitai/HP flip). Namun, HP ini memiliki beberapa kekurangan yang agak keluar dari gadget hunting-ku, yakni harganya yang cukup mahal, juga hasil kameranya yang tidak jadul-jadul amat, bahkan masih cukup bagus di zaman sekarang. Sebenarnya bisa membeli HP model flip jadul keluaran terbaru yang lebih terjangkau seperti HP Nokia 2720 Reborn. Tapi HP tersebut bukan Android, tapi KaiOS, yang termasuk dalam dumb phone. Yang mana nanti justru hanya terpakai kameranya saja, sedangkan fungsionalitasnya sebagai HP kurang berguna.

Lalu barang kedua yang jadi incaranku selanjutnya adalah New Nintendo 2DS/3DS XL.

New Nintendo 2DS XL (sc: Pinterest)

Gadget yang kedua ini sebenarnya sangat masuk ke kategoriku, yakni memiliki kamera low-quality yang cocok untuk hunting foto digicam aesthetic, dan juga game-game 2DS masih sangat playable, sehingga tidak menghilangkan fungsionalitasnya sebagai konsol game. Namun, ternyata yang jadi masalah sekarang adalah harganya yang cukup mahal walau kondisi bekas. Karena konsol ini sudah tidak diproduksi lagi dan masih banyak pencinta konsol 2DS/3DS yang mengincarnya, demand naik dan harga ikut naik.

Setelah kehilangan dua gadget potensial tersebut, aku sebenarnya agak desperate untuk mencari alternatifnya, kecuali menabung dan membeli 2DS tersebut. Namun di tengah-tengah kebingunganku, tiba-tiba di beranda Shopee-ku muncul barang yang sama sekali tidak pernah aku pikirkan sebelumnya, yakni kamera mainan mini, Kodak Charmera.

Gadget ini surprisingly sangat cocok dengan bekal hunting fotoku dengan tema retro, karena kualitas kamera ini hanya sebatas kualitas foto mainan yang low quality, mirip seperti hasil kamera jadul. Ditambah, keunggulannya adalah perangkat ini dirilis pada September 2025, sehingga sangat cocok di era sekarang, seperti sudah menggunakan Type-C untuk charger dan bisa dipindah langsung ke HP dengan kabel data Type-C to Type-C. Kalau hasilnya dirasa kurang jadul, di situ ada built-in filter yang bisa melakukan "enhance" kejadulannya hehe.

"Lah, kenapa gak pakai kamera digital jadul aja dari awal kalau ujung-ujungnya sama-sama kamera?" Nah, ada alasan kenapa aku dari awal tidak melirik kamera digital itu sendiri untuk kebutuhan hunting fotoku. Pertama, barangnya second dan sangat jadul. Rentan rusak dan takut ternyata lebih mahal di perawatannya. Lalu yang kedua, tidak bisa melihat kondisi barangnya secara langsung karena barang online. Untuk mendapatkan kualitas seperti contoh foto pertama tadi, dibutuhkan kamera digital tahun 2000-an yang jelas sudah sangat renta untuk usia barang elektronik di tahun sekarang.

Kodak Charmera ini sebenarnya sedikit agak mahal untuk ukuran sebuah "mainan", yakni sekitar 600rb–700rb-an. Tapi, bukan China kalau tidak melakukan cheap copy dari sebuah barang unik, yakni Goojodoq Thumb Keychain Camera.

Tapi sesuai dengan konteksnya: cheap copy, harganya hanya 200rb-an. Walau murah, aku ragu untuk membeli produk ini. Mending beli yang agak mahal milik Kodak, ditambah merek Kodak sudah sangat legendaris di kalangan fotografer.

Hasil foto dari Kodak Carmera sendiri bisa dilihat di Tiktok atau Youtube. Mungkin bisa ditonton review dari video berikut.

Untuk review langsung dariku masih belum ada, lebih tepatnya, menyusul. Karena aku belum punya barangnya sekarang. Kemungkinan aku akan membelinya setelah gajian bulan depan hehe. Untuk update hasil jepretan, akan aku update di kemudian hari (semoga gak mager). Doakan bisa terealisasi untuk membelinya dan stay tuned, ya!

Bonus: Opening Anime yang sangat indah dengan format kamera jadul


Anime: Kamiina Botan, Yoeru Sugata wa Yuri no Hana

Komentar