Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Aesthetic Barang Retro Tidak Pernah Mati: Melawan Era Layar Datar

Buat anak 90-an atau 2000-an, mungkin masih banyak yang memakai beberapa barang yang bisa dikatakan " Vintage/Retro " di zaman sekarang. Gadget yang dulu biasa kita pakai, seperti konsol game, TV CRT, komputer jadul, HP jadul, dll., membawa nuansa nostalgia ketika melihatnya. Visual yang dihadirkan oleh gadget-gadget tersebut seperti memiliki ciri khas dan identitas masing-masing, yang seakan sekarang sudah hilang pada gadget-gadget keluaran terbaru, yang justru terasa lebih monoton. Visual yang dimaksud adalah seperti contohnya TV CRT yang memiliki warna sedikit glitch dan blur , resolusi 4:3 dengan kedip-kedip layarnya dan suara lo-fi yang sangat khas. Jika kita melihatnya kembali di zaman sekarang, akan melahirkan nuansa adem dan seperti kembali ke masa lalu. Banyak orang yang ingin membangkitkan visual semacam ini di era sekarang karena efek nostalgianya yang sangat enjoyable . Dalam dunia desain, hal ini sering disebut dengan aesthetic /estetik/estetika. Aesthetic memi...

Beautiful work of Genga - Genga Share

Kali ini aku ingin sharing soal beberapa genga yang bertebaran di Twitter. Buat yang belum tahu, Genga adalah bahasa Jepang dari Key Animation. Sebuah proses pembuatan anime yang masih berupa gambar garis transparan yang belum diberi warna. Garis akan diwarnai sesuai dengan guide berupa character sheet dan color palette untuk masing-masing karakter. Pewarnaan dilakukan secara digital menggunakan software dan proses selanjutnya dianimasikan. Sebagai peminat anime, genga ini adalah salah satu asupan karya seni yang sangat wajib untuk dikonsumsi. Dengan gambar animasi yang masih RAW, akan terlihat betapa besarnya effort yang didedikasikan oleh para animator untuk menggambar di tiap frame tersebut. Studio anime juga pasti akan melakukan quality control yang mendalam di tiap framenya, sehingga hasilnya akan sangat bagus.  Tidak jarang setelah melihat genga dari anime yang aku tonton, membuatku menjadi sangat menghargai gambar di tiap frame-nya. Dan akhirnya aku juga sering menikmati an...

Sistem kerja Point-based, atau Penalty-based. Mana yang lebih baik?

Saya pernah mendengar cerita dari seseorang yang saya kenal kalau perusahaan tempatnya bekerja menerapkan sistem penalti, alih-alih menggunakan KPI/poin. Saya pun mengerutkan dahi karena baru tahu kalau ada perusahaan IT yang menerapkan sistem seperti itu. Jadi ia bercerita bahwa setiap beberapa waktu sekali, performanya akan ditampilkan dalam rapat umum yang dihadiri oleh seluruh karyawan kalau si A telah melakukan kesalahan 1, 2, 3. Dst... Kesalahannya diketahui oleh semua orang dan menjadi konsumsi umum. Dan jujur saja, reaksi saya otomatis kaget terhadap budaya penilaian seperti itu. Saya langsung bertanya-tanya. Bukankah hal itu akan berdampak negatif pada moral pegawai dalam jangka panjang? Hal inilah yang membuat saya ingin menguliknya lebih dalam lagi. Secara hukum memang tidak ada salahnya sama sekali dan itu sepenuhnya hak perusahaan. Meski keduanya bertujuan untuk menjaga kualitas, dampak psikologis yang dihasilkan sangatlah kontras. Sistem Berbasis Pencapaian (Point-based/G...

Java Rest API Project

Berawal dari kegelisahanku yang meragukan skill codingku sendiri, aku mulai menyadari satu hal. Selama ini ternyata masih begitu banyak hal yang belum aku eksplor di dunia per-BE-an. Aku merasa mengalami kesulitan juga untuk melakukan tes wawancara dengan perusahaan terkait dengan pengalamanku sendiri. Karena ada beberapa fitur di BE (seperti auth, websocket, JWT, dll.) yang memang aku belum pernah melakukan implementasi sendiri selama di dunia kerja. Entah itu karena selama ini aku memegang proyek turunan dari senior (legacy) yang fitur-fiturnya udah lengkap, atau karena akunya sendiri yang terlalu mengentengkannya seperti, "Ah, pasti suatu saat kalau udah waktunya bakal tahu sendiri fitur itu". Maksudnya, cepat atau lambat aku yakin pasti bakal berkecimpung langsung di fitur tersebut di proyek yang aku pegang di kantor sekarang, dan aku bakal belajar fitur tersebut sambil "jalan". Tapi faktanya, momen-momen tersebut tidak pernah ada, sehingga aku mulai berpikir ba...

Konsep Dasar Java Spring (Part 3)

Part 3 ini bakal lebih menyelam lagi tentang konsep dasar dari Java Spring. Jadi salah satu konsep paling penting dalam Spring Framework adalah bagaimana Spring mengelola object secara otomatis melalui IoC Container. Di materi kali ini aku akan merangkum konsep dasar Spring yang wajib dipahami: Inversion of Control (IoC), Dependency Injection (DI), dan Spring Bean. Postingan asli: https://www.linkedin.com/posts/donnyk22_part-3-konsep-dasar-java-spring-activity-7426609210857037825-RLFb Google Drive: https://docs.google.com/presentation/d/1kTAqf34PLApJwjKrKRchPPViWXxZCH2UK1jIdbvUJpU/edit?usp=drive_link

Annotation @Accessors dan @Builder di Java (Part 2)

Lanjut ke part dua pada serial tutorial Java, pada kali ini aku akan membawakan tema Annotation lagi, yakni accessors dan builder. Anotasi seperti @Accessor dan @Builder membantu kita mengatur cara mengakses data dan membangun objek dengan lebih jelas, konsisten, dan mudah dibaca. @Accessor memberi kontrol pada gaya getter dan setter, sementara @Builder membantu membuat objek kompleks dengan cara yang lebih aman dan terstruktur.  Memahami perbedaan dan kapan menggunakannya bukan hanya soal sintaks, tapi soal membangun kode yang lebih maintainable dan enak dipakai dalam jangka panjang. Postingan asli: https://www.linkedin.com/posts/donnyk22_accessors-dan-builder-annotation-activity-7423587021773979648-7P6L Google Drive: https://docs.google.com/presentation/d/1W5ucV1mmy5qBIcXWXsYhlMhspz7GQLofy5vpKU_FArc/edit?usp=drive_link

Mengenal @Data Annotation di Java

Untuk postingan pertama setelah perkenalan, mungkin bisa lah ya mindah postingan di LinkedIn ke sini. Cuma mau sharing aja tentang Java agar bisa makin akrab.  Java itu gak serem kok, yang bikin serem paling karena dulu jadi bahasa pemrograman wajib dari kampus, terus ada trauma pas waktu nugas atau dapat nilai jelek pas praktikum hehe. Bisa juga karena Java tuh syntax-nya panjang-panjang, padahal makin panjang itu makin deskriptif lho, dan makin bagus karena tidak perlu lagi menuliskan comment di tiap function agar tim bisa faham fungsinya (just my opinion yaa). Tapi emang fakta kalau Java itu banyak boilerplate-nya, namun untuk zaman sekarang udah banyak ke-handle sama library-library yang makin matang, apalagi kalau kamu pake Java Spring. Kode banyak yang ilang dan makin sedikit ngetiknya. Untuk sharing sekarang aku ingin membahas soal annotation @Data. Yang gak tahu annotation itu apa, jadi annotation di Java adalah bentuk metadata yang memberikan informasi tambahan tentang sua...

Intro

Kenalan dulu! Namaku Donny Kurniawan, biasa dipanggil Donny. Kerja? Sekarang aku kerja jadi tukang koding. Itulo, orang yang suka mantengin laptop seharian sambil pecut-pecut AI (canda, gak gitu ya teman-teman). Aku kerja jadi budak perusahaan. Bukan korporat, tapi mereka gak kalah keren kok. Sekarang lagi survive di Malang— tanah perantauan yang penuh kenangan absurd. Yah, di sinilah titik kehidupanku benar-benar di-start, tapi langsung loncat ke mode hard ( adulthood ). Alumni UIN Malang *senandung MSAA berkumandang* Gambar 1.1 Sebuah artefak tahun 2017 (colorized) Awal kisah dimulai di kampus tercinta UIN Malang. Masuk jurusan Teknik Informatika angkatan 2017 setelah gap year 1 tahun menjadi pengangguran di rumah dan berbakti kepada orang tua ðŸ¥°. Masa-masa kuliah normal sih harusnya, tapi tiba-tiba Bumi kedatangan tamu dari negeri tirai bambu yang menyebabkan libur 2 minggu menjadi 2 tahun (lucu banget wak).  Alhasil, mulai dari magang sampai skripsian cuma lewat layar lapt...